Dua anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bertugas di kapal tanker MT Belma dipulangkan dengan selamat ke Tanah Air, setelah kapal yang mereka tumpangi dihantam serangan misil beruntun saat berlayar melintasi Selat Hormuz.
Insiden bermula pada 15 Juli 2026, ketika MT Belma tengah berlayar menuju area labuh Pulau Kharg. Kapal terkena dua kali serangan misil yang mengenai bagian cerobong (funnel), menyebabkan kerusakan signifikan dan melumpuhkan mesin kapal. Akibatnya, kapal sempat terombang-ambing tanpa kendali hingga mendekati garis pantai, sebelum akhirnya kapten memutuskan untuk melego jangkar pada 16 Juli.
Sehari berselang, saat kapal masih berlabuh, MT Belma kembali dihantam misil di bagian cerobong yang sama. Kapten segera memerintahkan seluruh awak kapal berkumpul di bagian haluan sembari menunggu proses evakuasi berlangsung.
Setelah melalui proses evakuasi dan pemulangan, dua ABK Indonesia tiba di Tanah Air melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 22 Juli 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengawal langsung proses kepulangan para awak kapal tersebut untuk memastikan kondisi mereka tertangani dengan baik.
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia, yang beberapa waktu terakhir kerap diwarnai ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
--- Sumber: Liputan6.com, CNN Indonesia, Koran Jakarta, dan RRI.co.id (diakses 29 Juli 2026). Artikel ini adalah ringkasan orisinal AutoMedia berdasarkan pemberitaan sumber-sumber tersebut, bukan kutipan langsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
Tulis Komentar